Percepat Program Central of Agro, Bupati Safni Libatkan Berbagai Elemen Masyarakat



Limapuluh Kota, News Sago - 
Guna mempercepat pembangunan, utamanya di sektor pertanian, Bupati Lima Puluh Kota, H. Safni, mengundang serta melibatkan berbagai elemen masyarakat, mulai dari akademisi, praktisi, hingga mantan birokrat yang berpengalaman dalam perencanaan dan pengembangan daerah. Hal ini terlihat dalam kegiatan penanaman perdana sebanyak 400 batang bibit alpukat jenis Miki. hal itu dilaksanakan di areal lahan seluas lebih kurang 2 Ha di Jorong Simpang Tigo, Nagari Sariak Laweh Kecamatan Akabiluru, Rabu (8/04). 

Selain dihadiri beberapa kepala OPD, wali nagari dan penyuluh pertanian, juga terlihat Hadir sejumlah "tokoh" yang memiliki rekam jejak di bidangnya masing - masing. Diantaranya; Budi Febriandi, akademisi dan pemerhati pertanian, khususnya komoditas kopi. Kemudian Indra Sago, aktivis Serikat Petani Indonesia (SPI) sekaligus pelaku dan pemerhati pertanian. Turut hadir juga Gusdian Laora, mantan Kepala Bapelitbang yang berpengalaman dalam perencanaan pembangunan, serta Marzul Veri, mantan Ketua KPU yang kini aktif di sektor pertanian.

Budi Febriandi menyampaikan bahwa komunikasi dan diskusi bersama Bupati telah sering dilakukan, termasuk dengan David Andrio, politisi yang turut memberikan kontribusi pemikiran dalam pembangunan sektor pertanian di Lima Puluh Kota.

Sementara itu, Gusdian Laora—yang akrab disapa Da Yan—mengungkapkan optimisme terhadap arah pembangunan yang tengah dijalankan. Ia menilai, dengan landasan yang kuat dan perencanaan yang matang, hasil nyata akan mulai terlihat dalam tiga tahun ke depan.

Di sisi lain, Indra Sago menekankan pentingnya strategi pembangunan yang dimulai dari sektor hulu. Ia menyarankan agar Pemerintah Daerah fokus pada kemandirian benih sebagai fondasi utama.
“Kita dorong Lima Puluh Kota menjadi sentra pembibitan. Tidak hanya untuk Sumatera Barat, tetapi juga mampu memenuhi kebutuhan nasional,” ujarnya.
Ia juga menambahkan bahwa setelah sektor hulu diperkuat, langkah selanjutnya adalah peningkatan budidaya yang baik, hingga akhirnya masuk ke tahap hilirisasi.
“Hilirisasi kopi, kelapa, dan kakao harus menjadi arah berikutnya, agar nilai tambah bisa dinikmati langsung oleh masyarakat,” tambahnya.

Terakhir Gusdian Laora menyampaikan melalui kolaborasi berbagai elemen ini, Pemerintah Kabupaten Lima Puluh Kota menunjukkan komitmen bahwa pembangunan Central of Agro bukan hanya program pemerintah semata, tetapi gerakan bersama yang melibatkan kekuatan pemikiran, pengalaman, dan aksi nyata dari berbagai pihak.  Kolaborasi menjadi kunci, karena pembangunan yang kuat lahir dari kebersamaan, bukan berjalan sendiri-sendiri.
(Red)