![]() |
| Penulis bersama Farid dalam sebuah kesempatan |
Senin, 27 Juli 2026 menjadi hari yang penuh makna bagi masyarakat Nagari Bukik Sikumpa, Kecamatan Lareh Sago Halaban, Kabupaten Limapuluh Kota. Bertempat di Kantor Wali Nagari Bukik Sikumpa, tokoh masyarakat bersama para perwakilan masyarakat secara resmi memberikan amanah kepada Farid Putera, S.Pd untuk memimpin nagari sebagai Wali Nagari Bukik Sikumpa. Kepercayaan tersebut bukan sekadar hasil dari sebuah proses pemilihan, melainkan buah dari rekam jejak, integritas, dan pengabdian yang telah ditunjukkan Farid selama bertahun-tahun di tengah masyarakat.
Penulis mengenal Farid di masa mudanya yang penuh dengan kegigihan dalam menghadapi kerasnya kehidupan. Perjalanan hidupnya merupakan cerminan bahwa keterbatasan bukanlah akhir dari sebuah harapan. Terlahir dari keluarga sederhana sebagai anak seorang petani, ia pernah merasakan pahitnya putus sekolah akibat keterbatasan ekonomi. Namun, semangat untuk mengubah nasib tidak pernah padam. Dengan kerja keras, ketekunan, dan keyakinan bahwa pendidikan adalah jalan menuju perubahan, Farid bangkit kembali hingga berhasil menyelesaikan pendidikan tinggi dan meraih gelar Sarjana Pendidikan (S.Pd). Kisahnya menjadi bukti bahwa setiap orang memiliki kesempatan untuk berhasil selama tidak menyerah pada keadaan.
Di balik kegigihan dan kesederhanaannya, Farid juga dikenal sebagai seorang pengusaha tangguh. Ia mengembangkan usaha perdagangan pinang yang dirintis dengan penuh perjuangan hingga mampu menjangkau berbagai daerah di pelosok Nusantara bahkan menembus pasar mancanegara. Kesuksesan tersebut tidak diraih dalam waktu singkat, melainkan melalui kerja keras, kejujuran, dan kemampuan membangun kepercayaan dengan para mitra usaha. Pengalaman memimpin usaha berskala luas ini menjadi bekal berharga dalam mengelola pemerintahan nagari yang membutuhkan visi, strategi, dan kemampuan membangun kolaborasi.
Di tengah kesibukannya sebagai pelaku usaha dan niat tulusnya untuk mengabadikan diri sebagai Wali Nagari, Farid tetap menempatkan keluarga sebagai pondasi utama kehidupannya. Bersama sang istri tercinta, Ns. Putri Yona Selvia, S.Kep, ia membangun keluarga yang harmonis dan penuh nilai-nilai keislaman. Dari rumah tangga tersebut Allah SWT mengaruniakan empat orang anak, yaitu Fatih, Ibrahim, Hatta, dan Haniyah, yang menjadi sumber semangat sekaligus amanah terbesar dalam kehidupannya. Kehangatan keluarga menjadi kekuatan yang selalu mengiringi setiap langkah perjuangannya.
Kepercayaan yang kini diemban sebagai Wali Nagari bukanlah sebuah garis akhir, melainkan awal dari pengabdian yang lebih besar kepada kampung halaman. Masyarakat menaruh harapan agar kepemimpinan Farid mampu menghadirkan pemerintahan yang amanah, terbuka, serta berpihak kepada kepentingan rakyat. Dengan pengalaman hidup yang ditempa oleh perjuangan dan kerja keras, ia diyakini mampu memahami kebutuhan masyarakat dari berbagai lapisan, khususnya dalam mendorong kemajuan ekonomi, pendidikan, serta pemberdayaan generasi muda.
Perjalanan dan pengabdian Farid memberikan pelajaran berharga bahwa seorang pemimpin sejati lahir dari proses, bukan dari kemewahan. Anak petani yang pernah terhenti pendidikannya kini dipercaya memimpin tanah kelahirannya. Pengusaha yang sukses di bidang perdagangan tetap memilih untuk kembali mengabdi kepada masyarakat. Inilah makna kepemimpinan yang sesungguhnya, yaitu ketika keberhasilan pribadi diubah menjadi energi untuk membangun dan memajukan kampung halaman.
Semoga amanah yang diberikan kepada Farid Putera, S.Pd menjadi awal lahirnya babak baru bagi Nagari Bukik Sikumpa yang lebih maju, mandiri, dan sejahtera. Semoga Allah SWT senantiasa memberikan kekuatan, kebijaksanaan, serta keistiqamahan dalam setiap langkah kepemimpinannya. Sebab, sebesar apa pun tantangan yang dihadapi, seorang pemimpin yang berangkat dari ketulusan, perjuangan, dan niat mengabdi akan selalu menemukan jalan untuk menghadirkan perubahan yang membawa manfaat bagi masyarakat dan menjadi warisan kebaikan bagi generasi yang akan datang.

