Toa Libra Sororti Kelangkaan BBM dan Fluktuasi Harga

Anggota DPRD Komisi B Kota Payakumbuh, Toa Libra



Payakumbuh, SagoNews - Sejak sepekan ini, Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis pertalite, pertamax dan solar, terus langka di Kota Payakumbuh dan Kabupaten Limapuluh Kota.

Bahkan pada Rabu (10/12) terlihat antrian panjang di SPBU Parik Rantang dan Sawah Padang, sejak pagi hingga sore. Sedangkan di SPBU Koto nan Ampek sejak pagi itu, belum ada aktivitas pengisian BBM.

Kondisi demikian, berdasarkan pantauan wartawan di lapangan, menimbulkan kenaikan harga di pedagang BBM eceran. Untuk pertalite yang biasanya dijual 12ribu rupiah per liter, kini menjadi 13 hingga 15ribu rupiah per liter. Sedangkan untuk pertamax, terpantau 15ribu - hingga 17ribu rupiah per liter. 

Sedangkan jika harus antri ke SPBU, maka butuh waktu lama untuk mendapatkan BBM, "biasanya 1 hingga 2 jam dan kita harus pantau terus, kapan BBM sampai di SPBU," ucap salah seorang driver ojek online ke media ini, Rabu (10/12). 




Hal tersebut mendapatkan tanggapan dari anggota DPRD Kota Payakumbuh, Toa Libra, menurut tokoh yang peduli dengan UMKM itu, "pemerintah kota Payakumbuh, melalui dinas perdagangan koperasi dan UMKM harus aktif dalam memantau kenaikan harga. Jangan biarkan harga berfluktuasi bebas di masyarakat, karena ini menyangkut perputaran ekonomi," pungkasnya. 

Terpisah, kebutuhan bahan pokok (Sembako) terpantau cendrung turun, harga cabai merah yang pada bulan November 2025 mencapai 150ribu rupiah per Kg, pada 10 Desember 2025 sudah 100ribu rupiah per Kg. Kendati demikian, harga cabai menurut Isep, masih tergolong mahal.

"Kalau harga cabai di pasar Rp. 100ribu per Kg, masih tergolong mahal, kami nyamannya di 80ribu rupiah per Kg," ungkap ibu rumah tangga dari Tanjuang Anah, Payakumbuh.

Sedangkan harga beras, berkisar dari 135ribu rupiah hingga 170ribu rupiah di toko beras. Harga minyak goreng 16ribu hingga 19ribu rupiah per kilogram. 

(Fadliriansyah)