Payakumbuh, SagoNews - Dahan kayu seukuran paha orang dewasa jatuh, tepat di pertigaan jalan Batas Kota Payakumbuh - Tanjungpati. Masyarakat setempat telah berusaha untuk menepikan dahan kayu itu, namun dinas Lingkungan Hidup (LH) Kota Payakumbuh tiada respon untuk mengevakuasi, sehingga telah mengganggu pengguna jalan.
Kendati telah ditelepon dan dikirimkan whatsapp, Kadis LH Payakumbuh, Delni Putra, sama sekali tak menggubris. Sedangkan Wakil Walikota Payakumbuh, Elzadaswarman, langsung merespon dan mengirimkan nomor Kadis LH kepada redaksi ini untuk ditindak lanjuti.
Hingga berita ini diturunkan, Kadis masih belum memberikan respon. Hal itu mendapat sorotan dari ketua Ikatan Media Online Indonesia (IMO-I) Sumatera Barat, Anton Surya Roza Dt Djolelo. Menurutnya, kadis LH mesti tanggap, atau buat layanan pengaduan.
"Baik itu masalah kejadian lingkungan seperti dahan patah, pohon tumbang atau sampah berserakan. Kadis harus tanggap. Atau buatkan layanan pengaduan, sehingga masyarakat jadi terbantu," ucap wartawan senior itu.
Hal senada juga disampaikan oleh anggota DPRD Komis B Fraksi PPP, Toa Libra. "Kadis harus tanggap, atau buatkan layanan pengaduan. Masyarakat butuh pemerintah 24 jam selama 7 hari dalam seminggu. Jangan main-main dengan isu lingkungan, kalau ada aduan tolong direspon cepat, apalagi cuaca ekstrem hingga akhir tahun sesuai imbauan BMKG," pungkasnya.
Terpisah, kepala Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Meteorologi Kelas II Minangkabau, Desindra Deddy Kurniawan mengeluarkan peringatan dini potensi cuaca ekstrem yang akan melanda sebagian besar wilayah Sumatra Barat (Sumbar) dalam tiga hari ke depan, mulai Kamis, 11 Desember hingga Sabtu, 13 Desember 2025.
(Fadliriansyah)

