Rasa itu kembali mucul, tapi rasa itu kembali dengan logika yang salah. Kenapa rasa itu kembali muncul, karena mucul diwaktu, tempat dan kepada orang tidak tepat. Langkah baru mau saja dimulai, hanya saja harus pupus ditengah musim kemarau yang baru saja akan dibasahi air hujan. Kenapa semua harus kembali? Setelah rasa itu kembali kepada orang yang tidak tepat. Ditengah kebisingan sunyinya kegelapan malam, kenapa Tuhan??
Dan kenapa???
Kenapa rasa itu harus engkau kembali Hadirkan?
Jika hanya perasaan itu hanya akan menjadi beban dan tidak bisa dinikmati rasa itu dipeluk dengan kebahagian.
Sebenarnya fikiran itu sudah menyerah, tetapi hati itu selalu berkata bahwa semuanya akan kembali seperti biasa. Tolong berikan jawaban atas ujian yang selalu engkau berikan. Melalui setetas tinta yang tidak pernah habis tolong hapus dan hilangkan ingatan akan tentang bahayanya sebuah imajinasi tentang sesuatu yang tidak bisa diraih dengan kenyataan.
Akan tetapi semua sudah terlanjur berjalan, dan sebuah perjalanan harus dialalui, ditengah malam sebuah cerita kembali dimulai. Dengan adanya sebuah hiasan dinding dengan harapan yang terlalu banyak akan kembali menjadi sebuah mimpi. Terlebih lagi apakah yang diinginkan tidak akan mungkin dicapai dengan instan.
Dengan berjalannya waktu semua akan kembali dengan sebagai mana mestinya, namun persoalan hari ini tidak akan ingin diulang kembali. Seperti air mengalir yang menghanyutkan air mata yang tidak akan pernah terlihat dan diambil kembali. Biarkanlah luka itu kembali dipeluk kembali, dengan banyak sebuah kisah yang akan selalu tersimpan didalam memori sampai akhir hayat ini.
Jika mencintai sesuatu itu adalah luka, maka lebih baik memilih itu memeluk luka itu selamanya. Akan tetapi jika rasa itu menghilang, tidak akan ada rasa berikutnya yang akan lahir kembali. Namun jika rasa itu tidak bisa hilang, maka jalannya adalah selasaikan misi lalu tinggal kota ini. Ketika sudah meninggalkan kota ini, makan niat yang paling utama adalah tidak akan kembali kedaerah yang selama ini menjadi sebuah kenangan dalam setiap perjalanan hidup yang selalu menemani hari dengan tangisan darah air mata.
Berdamai dengan rasa itu sangat sulit, mungkin akan jauh lebih sulit dibandingkan ketika berjalan diatas kaca berduri yang menyelimuti tubuh yang selalu bisa merasakan sakit tiada henti. Langkah demi langkah akan selalu menjadi kenangan yang tidak mudah untuk dilupakan. Karena berbicara persoalan rasa akan selalu ada penjelasan dengan bantahan demi bantahan untuk bisa selalu dimengerti. Drama apa ini tuhan semua kian tak berakhir, semua kian menjadi berat. Hari demi hari yang dilalui dengan kebingungan yang tanpa arah. Bertemu dengan sosok yang diinginkan, namun ternyata ada goresan luka yang belum bisa untuk disembukan seperti piring pecah yang ingin kembali untuk disatukan.
Melalui kata yang sangat sederhana semua akan berjalan sebagaimana mestinya. Apakah ini karma atau sebuah ujian yang tidak akan pernah selesai sampai semua tubuh tidak mampu lagi untuk difungsikan. Alangkah baiknya semua yang terjadi tidak akan pernah terulang kembali. Terlalu berat untuk tidak menceritakan, namun banyak yang akan mengatakan bahwa mereka tidak akan pernah peduli dengan semua apa yang sudah terjadi. Namun cerita tetapkan menjadi sebuah cerita, yang akan menjadi sebuah tabungan ketika sudah berada di fase masing-masing tanpa harus mengenal satu sama lain.
Dunia ini depenuhi dengan banyak kejadian langkah, dimulai dari sebuah pertemuan tanpa disengaja, dan akan segera berakhir dengan mati rasa yang tidak akan pernah hidup kembali. Bukan itu terlalu jahat? Namun harus dijalani sebagaimana layaknya seorang manusia yang dilahirkan keatas dunia karena bukan keiinginannya. Bukan berarti menolak untuk dilahirkan, hanya saja sebuah protes secara tidak disengaja agar bisa menjadi manusia yang tidak akan pernah mengenal kembali apa itu artinya cinta!!!!

