Tanah Datar,Lintau Buo Utara,SagoNewos.
Kementerian Lingkungan Hidup/Badan Pengendalian Lingkungan Hidup Sekretariat Kementrian/Sekretariat Utama melalui Surat Tugas Nomor : B.455/C.9 PLB.3.2/11/2025.menurunkan Tim Verifikasi Lapangan Pengelolaan Sampah dan Pemantauan Adipura tahap 2 (dua) Kabupaten Tanah Datar tahun 2025,Rabu,26/11/2025.
Tim Verlap dari Pusat tersebut terdiri dari dua orang yaitu Muhammad Taufik,A.Md ( Fungsional Pengendali Dampak Lingkungan Penyelia) dan Sri Endah Kartiningsih,S.T. ( Fungsional Dampak Lingkungan Ahli Pertama).Ikut mendampingi dari Perkim LH Kabupaten Tanah Datar Busnika Hamidi,ST.MT (Kabid.Pengendalian Lingkungan),Dewi Astuti,ST ( Fungsional Pengawas Lingkungan Hidup),Winna Anggreini,ST ( Fungsional Pengendali Dampak Lingkungan), serta Camat Lintau Buo Utara Edo Fakhrazhi Herizal,S.STP dan Staf serta Wali Nagari Batubulek Andi Musdar.
Tim atau rombongan di sambut seluruh pengurus Bank Sampah Batubulek.
Dalam verifikasi lapangan tersebut ,tim menanyakan beberapa pertanyaan diantaranya tentang keberadaan Bank Sampah,jumlah penabung serta kemana Sampah terpilah di kirim.
Semua pertanyaan di jawab langsung Direktur Bank Sampah Efdirijal di dampingi Sekretaris Zilda,S
.Sos dan Bendahara Adrita serta pengurus yang lain.
Dalam keterangan yang di sampaikan Direktur, awal berdirinya Bank Sampah Batubulek di mulai dari diadakannya Pelatihan Pengelolaan Sampah yang dilaksanakan Pemerintahan Nagari Batubulek bulan Agustus yang lalu.Dari hasil pelatihan tersebut berdiri Bank Sampah Batubulek dengan dikeluarkan Surat Keputusan Wali Nagari Batubulek No.56 tahun 2025 tanggal 25 Agustus 2025.
Hal ini sesuai dengan landasan hukumnya yaitu PP Nomor 81 tahun 2012 tentang Pengelolaan Sampah Rumah Tangga dan Sampah sejenis Sampah Rumah Tangga, Perpres RI nomor 97 tahun 2017 tentang Kebijakan dan strategis Nasional pengelolaan Sampah rumah tangga dan sampah sejenis Sampah Rumah Tangga,Permen LHK RI nomor 14 tahun 2021 tentang pengelolaan sampah pada Bank Sampah ,Peraturan Daerah Kabupaten Tanah Datar Nomor: 3 tahun 2023 tentang pengelolaan sampah serta Perpres terbaru nomor 109 tahun 2025 tentang penanganan Sampah perkotaan melalui pengolahan Sampah menjadi energi terbarukan berbasis teknologi ramah lingkungan.
Menindaklanjuti semua peraturan tersebut bank Sampah Batubulek bergerak cepat melakukan sosialisasi ke sekolah-sekolah mengajak kesadaran bersama menjadikan bagaimana sampah yang selama ini di buang sembarang tempat untuk menjadikan sampah itu menjadi berkah dengan cara memilah sampah itu sendiri dengan dua bagian yaitu sampah organik dan sampah anorganik.
"Sampah Organik (sampah basah) kita buat dirumah dengan sistem komposter.dari Komposter itu menghasilkan 3 macam pupuk yaitu POC atau pupuk organik cair,POP yaitu pupuk organik padat dan Maggot.Ketiga pupuk ini pergunakan untuk tanaman atau hewan ternak.Sedangkan anorganik (kering) di pilah dirumah dan dibawa ke Bank Sampah,di timbang masuk ke buku tabungan dengan sistem memakai nomor rekening tabungan Nasabah.Jadi tidak beri langsung berupa uang,tapi ditabung dan uangnya bisa di ambil minimal bila tabungan nasabah sudah mencapai rp.100.000,- dalam tabungan tersebut.Bank Sampah Batubulek saat ini berada di bawah asuhan dan bimbingan Bank Darling Dinas Perkim LH Kabupaten Tanah Datar,dan khusus untuk sampah organik langsung dibawah bimbingan Ir.Setiawan (Tokoh Peduli Lingkungan Sumatera Barat). Walaupun kita baru berdiri beberapa bulan,tapi antusias dan kesadaran masyarakat untuk menabung setiap minggunya ada peningkatan.Yaitu penimbangan setiap hari Jum'at.Dan setiap penimbang tertinggi atau terbanyak kita share di Instagram, Facebook dan media sosial lainnya.Ini tujuannya tak lain dan tak bukan untuk menambah semangat masyarakat agar menabung sampah di Bank Sampah.Dan Bank Sampah Batubulek mempunyai semboyan yaitu "SDS" yaitu "Sayang Dibuang Sampah,Sampah Dibuang Sayang". Demikian di jelaskan secara rinci oleh Direktur Bank Sampah Batubulek.
Sebelumnya Wali Nagari Batubulek Andi Musdar menjelaskan kepada Tim Verlap bahwa Nagari Batubulek yang jumlah penduduknya 8.709 jiwa dengan rincian 4.352 laki-laki dan 4.357 perempuan dengan 2.977 KK dengan 9 Jorong.Wali Nagari mengharapkan agar sampah anorganik yang sudah di pilah dirumah untuk di bawa ke Bank Sampah Batubulek,dan sampah jangan lagi di bakar dan dibuang sembarang tempat."Tabunglah sampah yang sudah di pilah di rumah masing-masing dan bawa ke Bank Sampah.Mari kita mulai dari sekarang untuk memilah sampah dirumah,pisahkan sampah organik dengan sampah anorganik".Kata Wali Nagari.
Sementara itu Camat Lintau Buo Utara Edo Fakhrazhi Herizal,S.STP memberikan dukungan penuh atas berdirinya Bank Sampah Batubulek ini.
"Saya mewakili pemerintahan Kecamatan Lintau Buo Utara memberi aplaus dan penghargaan setinggi-tingginya kepada seluruh pengurus Bank Sampah Batubulek atas semangat dan kepedulian terhadap lingkungan terutama tentang sampah ini.Bergerak cepat melaksanakan salah satu program unggulan dari Pimpinan Daerah kita yaitu Bupati Tanah Datar bapak Eka Putra,SE.MM.Sehingga program "Satu Nagari,Satu Bank Sampah" berjalan sebagaimana mestinya.Hal ini sudah di buktikan dengan berdirinya Bank Sampah Batubulek di Nagari Batubulek". jelasnya.
( ST )

